Renungan Harian: Jumat, 1 Maret 2024 - Kekuasaan

Renungan Harian: Jumat, 1 Maret 2024 - Kekuasaan

Jumat, 1 Maret 2024

Kekuasaan

Bacaan Alkitab: Matius 10:35-45

Tahun 2024 di Indonesia disebut oleh banyak orang sebagai “Tahun politik.” Umbul-umbul warna-warni yang menunjukkan partai tertentu, baliho-baliho dengan foto tokoh-tokoh tertentu juga sudah banyak bertebaran di sekitar kita. Tak ayal, gelaran pemilu yang diadakan menjadi sarana untuk orang-orang bersaing dan berusaha untuk mencapai jabatan yang berujung pada kekuasaan tertentu. Kekuasaan adalah kesanggupan untuk memberlakukan sesuatu pada orang lain. Apa pandangan Yesus tentang kekuasaan, bagaimana cara Dia menggunakan kekuasaan?

Teks yang kita baca memuat narasi tentang dua orang murid Yesus yaitu kakak-beradik Yakobus yang meminta agar mereka kelak boleh duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus. Kedua murid itu nampaknya masih berkerabat dengan Yesus, sebab ibu mereka yaitu Salome, bersaudara dengan Maria ibu Yesus. Tetapi Tuhan Yesus menjawab mereka: “. . .hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan.” (Ay. 10). Yesus tahu bahwa kedua orang murid itu meminta kekuasaan, pun sebenarnya kesepuluh murid lainnya pun menginginkan kekuasaan itu sehingga mereka dengki dan marah kepada Yakobus dan Yohanes. Kekuasaan biasanya digunakan untuk kepentingan diri sendiri dengan memanfaatkan orang lain. Kekuasaan dipakai untuk mengancam, menekan, memaksa, memeras atau menjatuhkan orang lain. Karena itu, Tuhan Yesus mengajarkan: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. . .” (Ay. 43). Kekuasaan bukanlah untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk kepentingan orang lain yaitu untuk melayani orang lain. Inilah yang dilakukan oleh Yesus.

Kekuasaan versi Yesus adalah kekuasaan yang didasari oleh kerendahan hati untuk melayani dan menghamba bagi orang lain. Tentu bukan hal yang mudah karena justru orang mencari pelayanan dan penghormatan dari orang lain. Biarlah kita sebagai para pendidik Kristen memiliki kerendahan hati untuk memakai kuasa yang diberikan Allah kepada kita, sebagai pendidik bagi siswa-siswi yang ada untuk dengan rendah hati melayani dan memberikan yang terbaik bagi mereka dengan iman dan keilmuan yang kita miliki.


Kekuasaan diberikan Allah untuk kita
Agar menjadi alat melayani orang lain

0 Komentar