Renungan Harian: Sabtu, 19 Maret 2022 - Pembawa Damai

Renungan Harian:  Sabtu, 19 Maret 2022 - Pembawa Damai

Sabtu, 19 Maret 2022

Pembawa Damai

Bacaan Alkitab: Matius 5:1-9

Matius 5-7 merupakan khotbah Yesus yang terkenal yaitu Khotbah di Bukit. Dari antara semua catatan dalam keempat Injil, ini adalah percakapan utuh yang terpanjang dan terlengkap oleh Yesus. Percakapan ini bersifat praktis, tidak banyak mengetengahkan doktrin kepercayaan Kristen. Isi khotbah Yesus ini tidak bertujuan untuk mengisi kepala kita dengan gagasan-gagasan semata, melainkan untuk membimbing dan mengatur perilaku kita. Yesus mengawali khotbahnya dengan ucapan-ucapan berkat. Di pasal 5:1-12, Yesus memberikan 8 sifat orang yang diberkati atau berbahagia, yang melambangkan kebaikan-kebaikan utama orang Kristen. Salah satu ucapan Bahagia ini ialah, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

Orang-orang yang membawa damai memiliki watak cinta damai. Cinta damai berarti menginginkan dan bersukacita dengan perdamaian. Orang-orang yang membawa damai, juga memiliki watak Tutur Kata Penuh Damai. Jika terjadi perpecahan di antara saudara seiman maupun sesama, seorang pembawa damai akan berupaya sebisa mungkin untuk mengatasinya dan menjadi orang yang memperbaiki keretakan. Sedapat mungkin ia akan memperdamaikan orang-orang yang berselisih pendapat dan menunjukkan kasihnya.

Allah adalah sumber perdamaian. Oleh karena itu, tindakan cinta damai akan menjadi bukti bahwa kita adalah anak-anak Allah. Sudahkah kita menjadi pribadi yang membawa damai damai komunitas kita?


Pengampunan adalah kunci yang membuka pintu kebencian dan
belenggu kebencian

Posting Komentar untuk "Renungan Harian: Sabtu, 19 Maret 2022 - Pembawa Damai"