Renungan Harian: Jumat, 20 Agustus 2021 - Bersatu Kita Teguh

Renungan Harian: Jumat, 20 Agustus 2021 - Bersatu Kita Teguh

Jumat, 20 Agustus 2021

Bersatu Kita Teguh

Bacaan Alkitab: Ester 4:10-17

Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dilambangkan dengan semboyan “Bersatu Kita Teguh.” Makna semboyan ini adalah menyatunya berbagai unsur dan perbedaan yang ada menjadi suatu kesatuan yang utuh dan serasi. Persatuan Indonesia adalah sebagai masyarakat Indonesia harus menjadi satu. Satu yaitu tidak terpecah-pecah dan bersatu yakni menjadi bangsa yang kuat dan kokoh. Dengan bersatunya kita sebagai sesama warga Indonesia, maka kita mampu mencapai tujuan Indonesia. Pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia menjadi pondasi yang kuat dalam menjaga ketahanan nasional. Karena memiliki visi dan misi yang sama, yaitu bersatu melawan penjajah, akhirnya kemerdekaan Indonesia dapat dicapai. Dengan rasa persatuan dan kesatuan yang dijaga, maka tercipta suasana yang damai, aman, dan tenteram di tengah-tengah masyarakat. Sebagai sesama warga Indonesia, kita harus menunjukkan sikap solidaritas dan toleransi yang tinggi, sehingga terwujud kehidupan yang seimbang, selaras, dan serasi antar sesama.

Dalam perikop firman Tuhan yang menjadi bacaan hari ini, kita melihat bagimana Ester meminta dukungan dari seluruh orang Yahudi untuk berpuasa selama 3 hari baginya. Tujuannya adalah agar Allah berkarya menyadarkan raja Ahasyweros dan mau menerima permintaan Ester menyelamatkan bangsanya. Di sini kita melihat bagaimana seluruh elemen bangsa turut mendukung terciptanya persatuan. Sikap dukungan itu bisa beragam cara, salah satunya dengan doa dan puasa. Sebagai umat Allah, marilah kita menciptakan suasana yang sejuk dan damai. Marilah kita Bersatu hati berdoa memohon pertolongan Tuhan agar menganugerahkan persatuan dan kesatuan di tengah-tengah bangsa Indonesia.


Kebersamaan dan keakraban adalah kunci kerja sama yang kukuh
dalam menjalani lika-liku kehidupan

Posting Komentar untuk "Renungan Harian: Jumat, 20 Agustus 2021 - Bersatu Kita Teguh"