Renungan Harian: Selasa, 29 September 2020 - Dikejutkan oleh Hikmat - Sekolah Kristen Kalam Kudus Surakarta

Tuesday, September 29, 2020

Renungan Harian: Selasa, 29 September 2020 - Dikejutkan oleh Hikmat

Renungan Harian: Selasa, 29 September 2020 - Dikejutkan oleh Hikmat
Renungan Harian: Selasa, 29 September 2020 - Dikejutkan oleh Hikmat


SELASA, 29 SEPTEMBER 2020

DIKEJUTKAN OLEH HIKMAT

Bacaan Alkitab: 1 Korintus 1:18-25

“Sepertinya semakin aku bertambah tua, semakin Ayah terlihat bijak. Kadang saat aku menasihati anakku, aku mendengar perkataan Ayah keluar dari mulutku!” Pernyataan anak perempuan saya yang blak-blakan itu membuat saya tertawa. Hal yang sama saya rasakan terhadap kedua orangtua saya sendiri. Sering saya menasihati anak-anak saya dengan nasihat yang telah saya terima dari mereka. Setelah menjadi ayah, perspektif saya tentang kebijaksanaan orangtua berubah. Apa yang pernah saya anggap sepele ternyata jauh lebih bijaksana daripada yang dahulu saya kira—saya hanya tidak bisa langsung memahaminya saat itu.

Alkitab mengajarkan bahwa “. . .yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia” yang paling cerdas (1Kor. 1:25). “Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil” tentang Sang Juru Selamat yang menderita (ay. 21). Allah selalu punya cara untuk mengejutkan kita. Alih-alih datang sebagai raja perkasa seperti yang diharap-harapkan oleh dunia, Anak Allah justru datang sebagai hamba yang menderita dan mati secara mengenaskan di atas kayu salib—sebelum kemudian dibangkitkan dalam kemuliaan yang tak tertandingi.

Menurut hikmat Allah, kerendahan hati lebih berharga daripada kebanggaan diri, dan kasih menunjukkan nilainya lewat belas kasihan dan kebaikan yang sesungguhnya tidak layak diterima. Melalui salib, Mesias yang tak tertaklukkan itu menjadi korban tertinggi—supaya Dia “menyelamatkan dengan sempurna” (Ibr. 7:25) semua orang yang percaya kepada-Nya! Kapankah jalan-jalan Allah pernah membuat Anda bingung? Bagaimana Anda merasa terhibur oleh kenyataan bahwa jalan-jalan-Nya bukanlah jalan kita?


Ya Bapa, aku memuji-Mu karena hikmat dari jalan-jalan-Mu
Tolonglah aku memercayai-Mu dan berjalan bersama-Mu dengan rendah hati hari ini

Baca Rekomendasi Terkait Lainnya

Baca Rekomendasi Kategori Lain

Sekolah Kristen Kalam Kudus Surakarta ©