Renungan Harian: Selasa, 8 September 2026 - Enggan Meninggalkan Mesir

Renungan Harian Selasa, 8 September 2026 - Enggan Meninggalkan Mesir
Selasa, 8 September 2026

Enggan Meninggalkan Mesir

Bacaan Alkitab : Keluaran 6:1-12

Selama Israel berdiam di ‘Mesir’ sampai kapan pun mereka tidak akan pernah menikmati 'Tanah Perjanjian'. Menuju Tanah Perjanjian harus menjadi tujuan utama yang harus dikerjakan dengan tekad kuat untuk meninggalkan Mesir, meninggalkan semua kebiasaankebiasaan lama, cara hidup manusia lama kepada cara hidup yang baru. Roma 6:6-7 berkata, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya. Banyak orang Kristen yang ingin mendapatkan berkat atas janji Tuhan tetapi tidak mau membayar harga, tidak mau meninggalkan kehidupan lamanya.

Inilah trik Firaun, "Baik, aku akan membiarkan kamu pergi untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di padang gurun; hanya janganlah kamu pergi terlalu jauh." (Keluaran 8:28). Jika Iblis tidak dapat menahan kita, sehingga kita berhasil meninggalkan kehidupan yang lama, maka ia akan berkata, "Kamu boleh pergi, asal jangan terlalu jauh." Berbagai upaya dilakukan Iblis untuk menghalangi kita supaya tidak lagi bertekun di dalam Tuhan, tidak lagi punya roh yang menyala-nyala untuk melayani Tuhan. Iblis berusaha menahan kita untuk tetap menjadi orang Kristen yang pasif, yang puas menjadi 'penonton' saja, padahal Tuhan menghendaki kita makin hari makin dewasa rohani, semakin hari semakin serupa dengan Dia.

Ketika sepanjang malam Simon tidak dapat menangkap ikan Tuhan Yesus berkata kepadanya: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." (Lukas 5:4). Perhatikan! Ikan selalu berada di tempat yang dalam, bukan yang dangkal. Kalau kita mau bertumbuh di dalam Tuhan, mengalami dan menikmati janji Tuhan, tidak ada jalan lain selain kita harus maksimal dan penuh totalitas bagi Tuhan, tidak setengah-setengah, suam-suam kuku. Kita harus hidup dalam pertobatan sejati!.


“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

0 Komentar