SUNGUT-SUNGUT VS SUNGGUH-SUNGGUH
Bacaan Alkitab : Keluaran 16:1-15
Kata “LUN” (bhs. Ibrani), merujuk pada sikap komplen seseorang dengan gesture tubuh tertentu, membangun makna dari suatu kata "sungut-sungut" (menyebalkan kalau dilihat), yang biasanya diwujudkan dengan sikap yang tidak hormat. Sungutsungut artinya menggerutu, mengomel atau mengeluh, yang sering kali berkaitan dengan ketidakpuasan, kejengkelan bahkan pemberontakan. Sungut-sungut dapat terjadi sebelum kita menyadarinya, bahkan dapat terjadi ketika sedang melakukan perbuatan-perbuatan baik.
Bangsa Israel memandang bahwa dengan respon sungutsungut itu seolah ingin mengatakan bahwa hidup mereka sebelumnya ketika di Mesir itu jauh lebih enak, dan lebih menyenangkan. Kenyataan justru berbicara sebaliknya, mereka sedang berada dibawah penindasan Raja Firaun selama 400 tahun, hidup dalam tekanan dan penderitaan. Terkadang kita juga berlaku seperti mereka, ingin kembali ke masa lalu yang sebenarnya tidak bisa diulang. Mengeluh, hanya untuk mengaburkan masa lalu. Sebaliknya, mengeluh hanya memperbesar masa sekarang. Gagal ‘move on’ memperberat beban kehidupan yang kita jalani sekarang. Lebih buruknya kita merendahkan Tuhan yang selalu menyediakan kebutuhan kita melalui berkat dan pekerjaan yang telah dipercayakan-Nya.
Mari kita mengerjakan segala sesuatu yang telah dipercayakan oleh Tuhan dengan sungguh-sungguh, bukan sungut-sungut. Karena berkat dan ucapan syukur lahir dari hati yang sungguh menaruh percaya kepada pemeliharaan Tuhan.
Hati yang bersyukur karena menjalani hari bersama Tuhan dengan sungguh-sungguh dan bukan sungut-sungut.


0 Komentar