Kesediaan Menerima Teguran
Bacaan Alkitab : Keluaran 18:13-24
Setiap hari Musa duduk dari pagi sampai petang untuk mengadili perkara bangsa Israel seorang diri. Ketika Yitro, mertuanya melihat hal tersebut, menegur dengan mengatakan bahwa cara tersebut tidak baik. Selain tidak efektif, hal tersebut dapat membuat Musa menjadi lelah, juga menyulitkannya di masa depan. Maka Yitro mengajarkan sistem pendelegasian dengan cara memilih para pemimpin yang memiliki hati takut akan Allah, cakap, dan dapat dipercaya. Pemimpin yang dapat menangani perkara sesuai dengan eskalasinya. Sementara Musa akan menangani perkara-perkara yang besar, yang tidak dapat diselesaikan oleh pemimpin umat. Musa mendengarkan nasihat tersebut dan melakukannya.
Dalam hidup sehari-hari, kita sering merasa harus bekerja sendiri, takut orang lain tidak mampu memegang kendali. Merasa tidak ada yang bisa mengerjakan sebaik kita, bahkan takut menuai kritik. Teladan Musa menunjukkan bahwa kelelahan dan beban berlebihan bukanlah tanda kerohanian, melainkan perlunya hikmat Tuhan dan kerja sama. Tuhan dapat memakai orang lain untuk menegur, mengingatkan, dan menolong menyadarkan kita. Dibutuhkan kerendahan hati untuk mendengar dan belajar percaya kepada orang lain agar kehidupan dapat berjalan dengan seimbang.
Marilah belajar seperti Musa—terbuka terhadap nasihat dan tidak defensif saat ditegur. Adakah sistem yang perlu diperbaiki dalam hidup kita. Kiranya Tuhan memberi hikmat untuk memilih orang yang tepat dan keberanian untuk mempercayakan tanggung jawab kepada mereka.
Kerendahan hati seorang pemimpin besar terlihat ketika menerima masukan, demi keberlangsungan pelayanan yang Tuhan percayakan.


0 Komentar