Kepadamu “Aku Berkenan”
Bacaan Alkitab : Markus 1: 1-11
Ketika Tuhan Yesus dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan, terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” Peristiwa ini terjadi di awal pelayanan Yesus, sebelum Ia melakukan banyak mukjizat atau mengajar orang banyak. Bagi kita, baptisan yang dilakukan sebagai tanda pertobatan, namun Yesus dibaptis sebagai bentuk ketaatan-Nya kepada Bapa. Suara dari sorga menegaskan identitas-Nya sebagai Anak Allah dan menyatakan perkenanan Bapa atas-Nya. Identitas dan perkenanan itu diberikan sebelum karya pelayanan-Nya dimulai. Hal ini menunjukkan bahwa kasih dan penerimaan Bapa bukanlah hasil usaha, melainkan anugerah.
Kita sering kali merasa berharga hanya ketika meraih prestasi, atau mendapat pengakuan dari orang lain. Namun di hadapan Allah, identitas kita tidak didasarkan pada pencapaian, atau kesuksesan, melainkan pada kasih-Nya. Sama seperti Yesus diteguhkan sebelum memulai pelayanan-Nya, kita pun dipanggil untuk melayani, bekerja, dan berkarya dengan kesadaran karena kita dikasihi Tuhan. Kesadaran ini menolong kita saat menghadapi kegagalan, tekanan, atau penolakan, sebab nilai diri kita tidak ditentukan oleh dunia.
Adakah kita hidup demi mendapatkan penerimaan dari manusia? Datang kepada Tuhan dan berdoalah. Ingatlah identitas kita hanya ada di dalam Tuhan yang memanggil kita untuk melangkah dalam pelayanan, atau pekerjaan lahir dari keyakinan bahwa kita adalah pribadi yang dikasihi dan diperkenan oleh-Nya.
Izinkan kasih Bapa membentuk cara pandang kita, agar hidup kita dapat menjadi pribadi yang berkenan kepada-Nya.


0 Komentar