Investasi di Tahta Sang Raja
(Bacaan Alkitab: Matius 19:27-30)
Dalam dunia finansial, kita mengenal istilah opportunity
cost—biaya yang muncul karena kita melepaskan satu pilihan demi pilihan lain yang dianggap lebih menguntungkan. Pertanyaan Petrus, "Kami telah meninggalkan segala sesuatu, apa yang akan kami peroleh?", mencerminkan kalkulasi manusiawi ini. Dalam bagian ini, Matius ingin menyatakan bahwa mengikut Yesus bukan sekadar berpindah agama, melainkan memindahkan seluruh "aset hidup" ke dalam otoritas Kerajaan Surga yang tidak akan pernah bangkrut.
Yesus memberikan janji tentang "penciptaan baru" di mana Ia duduk di atas takhta kemuliaan-Nya. Di sini juga Matius memberikan catatan penting: "yang terdahulu akan menjadi yang terakhir." Ini menegaskan bahwa dalam Kerajaan Allah, upah diberikan berdasarkan anugerah Sang Raja, bukan sekadar senioritas atau ambisi manusia. Yesus adalah Raja yang adil yang memastikan bahwa setiap kesetiaan memiliki nilai kekal di hadapan takhta-Nya.
Di sini kita belajar untuk berpegang pada standarnya Tuhan. Seringkali kita ragu untuk melayani atau memberi karena takut kekurangan atau kehilangan momentum karir. Belajarlah untuk berani melepaskan apa yang dunia anggap berharga jika itu menghalangi ketaatan kita kepada Kristus. Ingatlah bahwa apa pun yang kita investasikan untuk pekerjaan Tuhan tidak pernah hilang, dan semuanya akan dipergunakan untuk membuat nama Tuhan dipermuliakan.
“Mengikut Yesus berarti kehilangan dunia yang bersifat sementara untuk mendapatkan Kerajaan yang tak tergoyahkan.”


0 Komentar