Kehadiran Allah dalam Kesulitan
Bacaan Alkitab : Keluaran 1: 1-22
Banyak orang rela menyediakan waktu untuk duduk merenung dan mencoba untuk mengambil keputusan penting ketika beresolusi. Resolusi dapat menjadi momen untuk mengevaluasi diri, menentukan tujuan hidup yang lebih jelas, menjaga agar hidup lebih teratur dan mendorong kita untuk lebih produktif serta bahagia. Resolusi yang dibuat untuk menuntun kita memasuki babak yang baru dalam kehidupan.
Sayangnya, babak kehidupan Bangsa Israel, tidak selamanya menyenangkan. Setelah menikmati ketenangan dan kebahagiaan tanpa kekurangan apapun, masa pemerintahan raja baru Mesir yang tidak mengenal Yusuf, lalu ia memahitkan hidup Bangsa Israel dengan pekerjaan berat, penindasan dan penganiayaan. Bahkan memerintahkan kepada para bidan Mesir untuk membunuh setiap bayi laki-laki Israel. Diantara banyak bidan, Sifra dan Pua memilih untuk taat kepada Allah dan tidak melakukan seperti yang diperintahkan raja kepada mereka.
Situasi sulit seperti ini sering dipandang sebagai bukti ketidakhadiran Allah. Hal ini dibuktikan oleh tekanan dan kesulitan yang dialami oleh manusia. Sesungguhnya kehadiran Alah itu bersifat konstan, bahkan pemazmur berkata; “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati dan Ia menyelamatkan orangorang yang remuk jiwanya.” (Mzm. 34:18). Pertolongan-Nya pasti. Kesetiaan-Nya kekal untuk selama-lamanya. Jangan ragu untuk mempercayai-Nya, sekalipun dalam keadaan sulit sekalipun.


0 Komentar