Allah Tetap Memperhatikan
Bacaan Alkitab : Keluaran 2:23-25
Apakah Tuhan ada? Andaikata Dia ada, mengapa Dia diam saja tatkala banyak bencana terjadi? Mengapa hidup manusia harus penuh dengan berbagai kemalangan? Mengapa kesulitan tidak pernah hengkang dari hidup ini? Seolah dunia sedang berduka dan bumipun menangis. Demikianlah beberapa pertanyaan yang muncul di hati orang yang hidupnya tengah dirundung berbagai kesusahan. Lalu, bagaimana menjelaskan hal ini kepadanya?
Dalam kitab Keluaran, kita mendapati kisah tentang Tuhan yang ternyata mau berurusan dengan persoalan manusia. Di sini setidaknya ada empat kata kerja aktif yang ditujukan kepada Tuhan: mendengar, mengingat, melihat, memperhatikan (ayat 24,25). Tuhan adalah Allah yang personal, yang melibatkan diri secara pribadi. Dia empatik (turut merasakan) dan partisipatif (turut ambil bagian) dalam kehidupan umat-Nya. Kita patut bersyukur karena dapat mengalami kehangatan pribadi Tuhan yang nyatanya dan peka. Segala urusan manusia di bumi ini, ternyata juga menjadi minat dan perhatian dari Tuhan yang bersemayam di surga.
Adakah kita sedang tidak merasakan kehadiran Tuhan? Jika ragu, jangan-jangan itu karena kita kurang peka akan kehadiranNya. Arahkan segala keluh kesah kita kepada Dia; dengan memanjatkan doa yang mengantar kita ke pelukan kasih-Nya. Bacalah firman-Nya agar kita tahu apa yang Dia maksudkan dalam setiap peristiwa yang kita alami. Nyanyikanlah puji-pujian, saat mengingat segala kebaikannya. Itulah yang akan menghangatkan hati kita untuk dapat merasakan kehadiran-Nya.
Sekalipun Allah bertahta di sorga, Dia tetap memberikan diri-Nya dua puluh empat jam sehari bagi kita.


0 Komentar