Investasi Kasih yang Radikal
(Bacaan Alkitab: Matius 26:6-13)
Tindakan seorang perempuan yang mengurapi Yesus dengan minyak mahal adalah jembatan untuk memahami bahwa bagi mereka yang mengenali Yesus, tidak ada pemberian yang dianggap terlalu besar atau sia-sia.
Ketika para murid mengkritik tindakan tersebut sebagai pemborosan, mereka gagal menangkap esensi misi Yesus yang ditekankan oleh Matius: Kristus datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk menyerahkan nyawa-Nya. Penjelasan mendalam dari teks ini adalah bahwa pengurapan tersebut merupakan persiapan profetik bagi kematian Yesus yang menebus dosa dunia—puncak dari seluruh rencana Allah dalam nubuat Perjanjian Lama. Matius ingin pembacanya melihat bahwa pengenalan akan Yesus sebagai Raja menuntut respon penyembahan yang total dan personal.
Mari kita mulai belajar untuk memberi dan berbagi di dalam kehidupan kita melalui ketaatan yang radikal di tengah masyarakat yang materialistis. Seringkali kita hanya memberikan sisa-sisa waktu, tenaga, atau talenta kita kepada Tuhan karena takut kehilangan kenyamanan atau keamanan finansial. Namun, belajar dari perempuan ini, kita dipanggil untuk mengutamakan Kristus di atas segala logika duniawi, baik itu dalam integritas bekerja maupun kesetiaan dalam pelayanan yang tidak terlihat manusia. Mulailah dengan memberikan yang terbaik dalam setiap tanggung jawab sebagai persembahan bagi-Nya. Ingatlah, saat kita meletakkan hal yang paling berharga di kaki Yesus, kita tidak sedang kehilangan, melainkan sedang mengikatkan diri pada kekekalan.
“Penyembahan sejati tidak pernah menghitung harga, karena bagi Kristus Sang Raja, tidak ada pemberian yang terlalu mahal.”


0 Komentar