Selasa, 21 Juli 2026 “Berdoa dengan penuh belas kasihan”

Selasa, 21 Juli 2026  “Berdoa dengan penuh belas kasihan”

Selasa, 21 Juli 2026

“Berdoa dengan penuh belas kasihan”

(Bacaan Alkitab : Kejadian 18:22-23)

Di dunia yang cenderung egois, sangat jarang ditemukan orang yang mau "pasang badan" atau bersyafaat bagi keselamatan orang banyak, terutama bagi mereka yang mungkin sebenarnya layak menerima konsekuensi atas perbuatannya. Namun, inilah inti dari hati yang penuh belas kasihan, yaitu tidak tega melihat kehancuran sesamanya.

Dalam peristiwa Sodom dan Gomora, ada satu percakapan yang sangat intim dan berani antara Abraham dan Tuhan. Abraham melakukan "negosiasi" kasih demi kota Sodom yang penuh dosa. Ia tidak meminta Tuhan menghancurkan mereka, melainkan memohon belas kasihan jika masih ada orang benar di sana. Abraham menunjukkan kepedulian sosial yang mendalam; ia tidak hanya peduli pada keselamatan dirinya sendiri, tetapi juga berjuang melalui doa untuk keselamatan orang lain. Ia tahu bahwa Allah adalah Hakim yang adil, tetapi ia juga tahu bahwa Allah adalah Bapa yang penuh rahmat yang mendengarkan seruan umat-Nya.

Berdoa syafaat harus disertai dengan kemurahan hati untuk menyisihkan waktu untuk mendoakan orang lain yang sedang berbeban berat, atau untuk sekolah agar menjadi tempat yang penuh berkat. Jangan hanya berdoa untuk diri sendiri. Belajarlah untuk peka terhadap keadaan sekitar dan bawalah kegelisahan itu ke hadapan Tuhan. Doa kita bisa menjadi pintu bagi perubahan besar dan perlindungan bagi banyak orang.

“Satu orang yang berdoa dengan penuh kemurahan hati sanggup mengubah sejarah bagi banyak orang.”

0 Komentar