Renungan Harian: Senin, 20 Juli 2026 - “Dia memanggil dan menuntun kita”

Renungan Harian: Senin, 20 Juli 2026 - “Dia memanggil dan menuntun kita”

Senin, 20 Juli 2026

“Dia memanggil dan menuntun kita”

(Bacaan Alkitab : Kejadian 12:1-9)

Abram menghadapi situasi yang sangat menantang, ketika Tuhan memanggilnya keluar dari Ur-Kasdim, tanah kelahirannya yang nyaman dan mapan. Dalam budaya saat itu, meninggalkan keluarga besar dan tanah leluhur berarti kehilangan perlindungan, identitas, dan jaminan keamanan. Namun, perintah Tuhan sangat jelas: "Pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu."

Kejadian 12:1-9 memperlihatkan ketaatan radikal Abram. Ia melangkah bukan karena ia tahu kemana ia pergi, melainkan karena ia tahu siapa yang memerintahkannya pergi. Janji Allah menjadi "bahan bakar" imannya: ia akan menjadi bangsa yang besar dan menjadi berkat bagi segala bangsa di bumi. Menariknya, di setiap tempat perhentiannya di tanah Kanaan, Abram tidak membangun benteng pertahanan, melainkan membangun mezbah. Mezbah-mezbah ini adalah pernyataan iman bahwa meskipun ia masih asing di tanah itu, Tuhan adalah pemilik hidupnya dan penguasa tempat tersebut.

Tuhan memanggil kita untuk keluar dari "zona nyaman"—dari kebiasaan buruk, lingkungan yang tidak sehat, atau pola pikir yang sempit—untuk masuk ke dalam rencana-Nya yang lebih besar. Mengikut Tuhan seringkali terasa seperti berjalan dalam kegelapan, di mana kita hanya bisa melihat satu langkah ke depan. Namun, iman sejati tidak membutuhkan gambaran utuh dari seluruh perjalanan; ia hanya membutuhkan kesediaan untuk menaruh kaki di tempat yang Tuhan tunjukkan saat ini. Jangan takut kehilangan kenyamanan duniawi, sebab di mana pun Tuhan menuntun, di situlah tempat teraman dan penuh berkat bagi kita.

“Iman bukan berarti melihat jalan, tetapi mempercayai Dia yang memegang jalan.”

0 Komentar