Korban Syukur Yang Memuliakan Allah
Bacaan Alkitab: Ibrani 13:15
Seorang misionaris bernama Richard Wurmbrand, yang dipenjara karena imannya, tetap memuji Tuhan meskipun disiksa. Ia berkata, “Aku telah belajar bahwa di dalam Kristus, bahkan di tengah penderitaan, kita masih bisa bersyukur dan memuji-Nya.” Sikap ini mencerminkan perintah dalam Ibrani 13:15 tentang mempersembahkan korban syukur kepada Allah.
Ibrani 13:15 berkata, “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.” Dalam Perjanjian Lama, korban adalah persembahan nyata, tetapi dalam Perjanjian Baru, kita dipanggil untuk mempersembahkan korban syukur dengan pujian kepada Tuhan. Ini bukan sekadar ucapan di saat keadaan baik, tetapi juga ekspresi iman di tengah kesulitan. Kita memuji Allah bukan karena situasi kita, tetapi karena siapa Dia.
Mengucap syukur dalam segala keadaan adalah bentuk ibadah sejati. Dalam penderitaan atau sukacita, kita dipanggil untuk tetap memuliakan Tuhan. Ketika hati kita penuh syukur, kita meneguhkan iman bahwa Tuhan tetap berdaulat dan setia dalam segala hal.
"Pujian sejati lahir dari hati yang bersyukur, bukan dari keadaan yang sempurna."


0 Komentar