Pengampunan Sejati
Bacaan Alkitab: Yesaya 1:18-20
Alkisah seorang raja yang memiliki seorang pelayan yang sangat setia. Suatu hari, pelayan tersebut melakukan kesalahan besar yang mengancam keselamatan kerajaan. Ketika dihadapkan pada raja, pelayan itu merendahkan diri dan meminta pengampunan. Sang raja, dengan hati yang penuh kasih, memutuskan untuk mengampuni pelayan tersebut, bukan hanya menghapus kesalahannya, tetapi juga memberinya kesempatan kedua untuk membuktikan kesetiaannya. Apa kira-kira yang menjadi alasan sang raja mengampuninya? Kita bisa memikirkan dan membandingkan dengan apa yang Tuhan lakukan, ketika mengampuni dosa=dosa kita.
Tuhan mengajak umat-Nya untuk datang kepada-Nya, Dia menawarkan pengampunan yang sejati, “marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba” (ay. 18), Ini adalah suatu panggilan untuk bertobat dan menerima kasih karunia-Nya. Tuhan tidak hanya ingin menghapus dosa, tetapi juga mengubah hati kita. Pengampunan sejati bukan hanya tentang menghapus kesalahan, tetapi juga tentang memulihkan hubungan yang rusak.
Pengampunan yang sesungguhnya Tuhan nyatakan kepada setiap kita anak-anak-Nya, supaya demikian juga kita bisa menyatakan pengampunan kepada sesama kita. Ini berarti melepaskan rasa sakit dan kemarahan, serta memberikan kesempatan bagi orang lain untuk berubah. Mari kita ingat bahwa pengampunan sejati membawa kedamaian dan pemulihan, baik bagi diri kita maupun bagi orang lain.
"Pengampunan sejati datangnya dari Tuhan kepada kita semua; dan itu harus dinyatakan dalam kehidupan kita dan sesama"


0 Komentar