Dapatkah Kubalas Kasih Tuhan?
Bacaan Alkitab: Yohanes 21:15-19
Rasa bersalah adalah perasaan yang muncul ketika seseorang merasa telah melakukan sesuatu yang salah, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Ketika seseorang merasakan hal ini, tentu ia ingin memperbaiki kesalahannya, mencoba untuk memulihkan keadaan, sehingga semuanya kembali baik seperti semula. Coba kita bayangkan apa yang dirasakan oleh Petrus ketika bertemu dengan Yesus, setelah apa yang ia lakukan pada Yesus, di mana ia pernah menyangkal Yesus (Yoh. 18:15-18).
Dalam Yohanes 21:15-19, kita melihat dialog antara Yesus dan Petrus setelah kebangkitan-Nya. Yesus bertanya kepada Petrus, “Apakah engkau mengasihi Aku?" Tiga kali pertanyaan ini diajukan, dan Petrus menjawab dengan tegas bahwa ia mengasihi Yesus. Namun, Yesus tidak hanya meminta pengakuan, tetapi juga menugaskan Petrus untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Ini menunjukkan bahwa kasih yang sejati tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan. Kasih Tuhan kepada kita adalah anugerah yang tidak terukur, dan balasan kita adalah dengan melayani dan mengasihi sesama.
Dapatkah kita membalas kasih Tuhan? Tuhan tidak pernah menuntut balasan apapun dari kita. Itulah kasih yang tulus, murni dan tidak bersyarat. Tuhan tahu seberapa dalam kita mengasihi Dia. Oleh karena itu, kita dapat menjalani hidup yang menunjukkan bahwa kita mengasihi-Nya melalui pikiran, perkataan dan tindakan kita sehari-hari. Dia menghendaki agar kita menjadi saluran Kasih-Nya di tengah dunia ini. Inilah kerinduannya bagi kita
"Tunjukkan bahwa kita mengasihi-Nya dengan melakukan kehendak-Nya"


0 Komentar