Saparan
Bacaan Alkitab: Amsal 11:24-26
Dalam budaya Jawa, "Saparan" adalah tradisi berbagi makanan sebagai ungkapan syukur dan kebersamaan. Orang-orang rela memberi tanpa takut kekurangan, sebab mereka percaya bahwa berbagi mendatangkan berkat. Namun, di dunia yang semakin individualistis, semangat memberi sering terkikis oleh rasa takut tidak cukup. Kita lebih mudah menggenggam erat daripada melepaskan, lebih sering menghitung daripada menyerahkan. Tidakkah kita menyadari bahwa kemurahan hati bukan tentang berapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang seberapa besar kita bersedia memberi?
Amsal 11:24-26 mengajarkan bahwa orang yang murah hati akan berkelimpahan, tetapi yang menahan berkat justru menuju kekurangan. Prinsip ini berlawanan dengan logika dunia, tetapi begitulah cara kerja kerajaan Allah. Tuhan tidak memanggil kita untuk memberi karena Ia membutuhkan sesuatu dari kita, tetapi karena melalui memberi, hati kita dibentuk. Memberi bukan sekadar tindakan materi, tetapi ungkapan iman bahwa Allah adalah sumber yang mencukupi. Jika kita takut kekurangan, bukankah itu berarti kita belum sepenuhnya percaya kepada-Nya?
Hari ini, mari latih hati kita untuk murah hati, bukan hanya dalam materi, tetapi juga dalam perhatian, waktu, dan kasih. Jangan tunda kebaikan, sebab berkat Tuhan selalu cukup bagi mereka yang rela berbagi.
"Memberi bukan tentang kehilangan, tetapi tentang kepercayaan bahwa Tuhan tidak pernah lalai mencukupi."


0 Komentar