Berteman itu Perlu Pembiasaan, Bukan Sekedar Bakat

Pernah nggak sih lihat si kecil cuma mematung di pinggir lapangan sementara teman-temannya asyik main? Tenang saja, ternyata berteman itu sebuah keterampilan yang bisa dilatih, bukan sekadar bakat bawaan lahir. Anggap saja seperti bermain lempar tangkap bola, harus ada keberanian untuk melempar (memulai) dan kesiapan untuk menangkap (merespons). Tugas kita adalah menjadi "pelatih" yang memberikan dukungan dan contoh dari pinggir lapangan agar mereka makin percaya diri.

Kita bisa mulai dengan mengajari mereka jadi "detektif cilik" yang peka membaca situasi, atau memberikan contoh kalimat sederhana supaya mereka nggak bingung saat ingin bergabung. Nggak perlu memaksa si kecil harus jadi pusat perhatian atau punya banyak teman sekaligus, kok. Karena pada akhirnya, kualitas pertemanan jauh lebih penting daripada kuantitas. Memiliki satu atau dua sahabat yang tulus sudah sangat luar biasa bagi perkembangan emosi dan karakter mereka.

Yang paling indah, saat kita melatih anak bersosialisasi, kita sebenarnya sedang mengajarkan mereka cara membagikan kasih Tuhan kepada sesama. Sebagaimana pesan di Amsal 17:17, seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu. Jadi, setiap kali si kecil belajar berbagi atau menyapa teman baru, mereka sedang belajar menjadi perpanjangan tangan Tuhan yang hangat. Semangat mendampingi proses belajar dan bertumbuh si kecil, ya!

God bless you 🙏

0 Komentar