Renungan Harian: Rabu, 4 Maret 2026 - Juru Bicara

Renungan Harian Rabu, 4 Maret 2026 - Juru Bicara
Rabu, 4 Maret 2026

Juru Bicara

Bacaan Alkitab: Ester 4:10-17

Hati Mordekhai gelisah. Umatnya terancam musnah, tetapi harapan ada di tangan Ester. Namun, ada risiko besar: menghadap raja tanpa dipanggil berarti kematian. Ester bergumul. Mungkin selama ini ia hanya menikmati kenyamanan istana, tanpa sadar bahwa Tuhan telah menempatkannya di sana untuk saat seperti ini. “Siapa tahu, mungkin justru untuk saat seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu?” (Ester 4:14). Kata-kata Mordekhai mengguncang hatinya. Akhirnya, Ester memilih untuk tidak diam—ia menyerahkan dirinya kepada panggilan Tuhan, bahkan jika itu berarti kehilangan nyawanya.

Panggilan Tuhan seringkali datang dalam bentuk tantangan besar. Ester bukan satu-satunya yang merasa tidak siap atau takut. Musa berdalih bahwa ia tidak pandai bicara, Yeremia merasa terlalu muda, dan Gideon menganggap dirinya terlalu kecil. Tetapi Tuhan tidak mencari orang yang sempurna—Ia mencari hati yang bersedia. Ester akhirnya berkata, “Jika aku harus mati, biarlah aku mati” (Ester 4:16). Keberanian seperti ini tidak muncul dari kepercayaan diri, tetapi dari kepercayaan kepada Tuhan yang memegang kendali.

Kita mungkin tidak berdiri di istana Persia, tetapi kita sering dihadapkan pada kesempatan untuk berbicara bagi kebenaran, menolong yang tertindas, atau berkorban demi orang lain. Tuhan menempatkan kita di mana kita berada bukan untuk kenyamanan pribadi, melainkan untuk sebuah tujuan ilahi. Bersediakah kita berkata, “Ya, Tuhan, pakailah aku”?


“Ketika Tuhan menempatkanmu dalam sebuah posisi, itu bukan kebetulan, itu adalah panggilan untuk memberi diri.”

0 Komentar