Nada Sumbang
Bacaan Alkitab: Amsal 15:1-4
Pernahkah Anda mendengar melodi yang terdengar indah, namun tiba-tiba diselingi nada sumbang yang mengganggu harmoni? Demikian pula dalam hidup kita; setiap perkataan yang keluar dari mulut kita adalah bagian dari "melodi" yang terdengar oleh orang di sekitar kita. Dalam Amsal 15:1-4, kita diingatkan bahwa jawaban yang lemah lembut bisa meredakan kemarahan, namun perkataan yang tajam justru memicu konflik. Perkataan kita bisa menjadi nada yang merusak atau malah memperindah kehidupan orang lain.
Dalam perikop ini, Salomo mengajarkan tentang pentingnya mengontrol lidah dan membedakan antara perkataan yang bijak dengan perkataan yang asal saja. Mulut orang benar adalah sumber kehidupan, sementara mulut yang sembrono akan membawa kebinasaan. Mengapa perkataan kita bisa menjadi begitu kuat? Sebab kata-kata memiliki kuasa untuk membangun atau menghancurkan, menghibur atau menyakiti. Ketika kita sembarangan berbicara, mungkin kita justru menciptakan nada-nada sumbang dalam hidup orang lain, menciptakan luka yang bisa tertinggal lama.
Hari ini, marilah kita menjadikan hidup kita sebagai melodi yang indah dengan menjaga perkataan kita. Mulailah dari kata-kata yang lembut, penuh kasih, dan jujur, sehingga kita bisa membawa damai di mana pun kita berada. Biarlah kehidupan kita memancarkan nada yang menyenangkan hati Allah dan berdampak bagi orang lain.
"Perkataan kita adalah nada yang abadi, pastikan itu merdu dalam telinga Tuhan dan sesama.”


0 Komentar