Coach Terbaik
Bacaan Alkitab: Mazmur 32:8-11
Seorang pemain sepakbola tidak bisa berkembang tanpa seorang coach yang baik. Sang pelatih melihat potensi, memberi arahan, dan bahkan menegur jika ada kesalahan. Seorang pemain yang keras kepala dan menolak arahan pasti sulit mencapai performa terbaiknya. Begitu pula dengan kehidupan kita. Tuhan adalah Pelatih Ilahi yang selalu membimbing kita ke arah yang benar. Namun, seringkali kita lebih suka mengandalkan pemikiran sendiri daripada menaati suara-Nya.
Mazmur 32:8-11 mengingatkan kita bahwa Tuhan ingin mengajar dan menuntun kita di jalan yang harus kita tempuh. Dia tidak ingin kita menjadi seperti kuda atau bagal yang harus dikendalikan dengan kekang karena tidak mau taat. Ketika kita dengan rendah hati menerima didikan-Nya, kita akan mengalami kasih setia-Nya yang melimpah. Sebaliknya, orang yang keras hati akan dikelilingi oleh banyak kesusahan. Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya memiliki hati yang terbuka untuk menerima arahan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita.
Pemberian diri kepada Tuhan berarti menyerahkan seluruh hidup kita ke dalam tangan-Nya, seperti seorang pemain yang mempercayai instruksi pelatihnya. Ini bukan tentang mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi tentang berserah dan mengikuti arahan-Nya dengan setia. Hari ini, marilah kita belajar untuk tidak melawan kehendak Tuhan, melainkan mempersembahkan diri sepenuhnya bagi-Nya, agar hidup kita dipenuhi damai sejahtera dan kasih setia-Nya.
“Orang yang bersedia dibentuk oleh Tuhan akan mengalami kemenangan sejati dalam hidupnya."


0 Komentar