Coklat Valentine
Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 2:42-47
Di hari Valentine, coklat menjadi simbol kasih sayang yang dibagikan kepada orang-orang terkasih. Seperti manisnya coklat, kasih pun semestinya menjadi sesuatu yang "manis" di kehidupan kita. Namun, bagaimana jika kita memandang kasih bukan hanya sebagai perasaan atau hadiah, tapi sebagai sebuah dampak nyata dalam hidup orang lain? Seperti gereja mula-mula di Kisah Para Rasul, yang tidak hanya mengasihi dalam perkataan tetapi dalam tindakan nyata—mereka saling berbagi, memperhatikan, dan menguatkan satu sama lain (Kisah Para Rasul 2:42-47).
Gereja mula-mula memberikan kita teladan kasih yang berdampak, tidak terbatas pada perasaan tetapi diwujudkan dalam tindakan yang konkret. Mereka hidup dalam kebersamaan, makan bersama, dan mendukung kebutuhan satu sama lain. Kasih yang mereka bagikan melampaui sekadar ucapan atau simbol, tetapi benar-benar dirasakan oleh semua orang di sekitar mereka. Mereka menyentuh hati banyak orang dengan kasih yang otentik, menarik orang-orang kepada Kristus bukan hanya melalui kata-kata, tetapi dengan hidup yang memberi dampak.
Marilah kita menjadikan kasih kita sebagai kasih yang berdampak. Biarkanlah kasih Kristus mendorong kita untuk tidak hanya berkata-kata, tetapi juga bertindak dengan kehadiran nyata bagi orang-orang di sekitar kita. Saat kita mengasihi dalam tindakan, seperti gereja mula-mula, hidup kita akan menjadi alat untuk menyentuh dan memperbarui hidup orang lain.
"Kasih yang sejati tidak sekadar manis di bibir, tetapi nyata dalam tindakan."


0 Komentar