Panggilan Melayani
Bacaan Alkitab: Yesaya 6:1-13
Saat seseorang bekerja di sebuah perusahaan atau lembaga, sudah sepantasnya mengenali pimpinan di mana ia sedang bekerja. Seseorang juga perlu menjaga sikapnya selama ia bekerja, baik terhadap pimpinan maupun kepada rekan kerja.
Sebagai seorang pelayan Tuhan, kesadaran akan siapa diri kita dan siapa Tuhan yang kita layani, merupakan hal yang penting agar pelayanan yang dijalani diperkenan Allah. Dalam teks firman Tuhan ini, kita melihat bagaimana Yesaya perlu mengenal siapa Allah yang memanggil dia, sehingga sifat urgensi dari pelayanannya menjadi nyata. Allah adalah Allah yang kudus. Hanya dengan menyadari kekudusan Allah, berita Yesaya menjadi sangat serius dan tidak main-main.
Yesaya juga menyadari siapa dirinya yang menerima panggilan mulia. Yesaya menyadari kenajisan dirinya. Hanya dengan dikuduskan oleh Allah, Yesaya dilayakkan untuk melayani Dia. Dengan kesadaran bahwa kekudusan dirinya semata-mata anugerah, Yesaya tidak menjadi sombong melainkan sepenuhnya bersandar pada kekuatan Allah untuk menyampaikan firman kepada umat-Nya.
Sebagai para pendidik Kristen, setiap kita juga dipanggil untuk menggarap “ladang” pelayanan yang Tuhan percayakan. Penting bagi kita untuk menyadari Pribadi Allah yang telah memanggil kita sehingga dalam setiap pergumulan pelayanan yang dialami, kita meyakini pertolongan dan kuasa Allah yang menyertai setiap pelayanan yang dijalani. Dalam konteks sebagai pelajar, dengan menyadari identitas sebagai anak Allah, akan memberikan motivasi untuk senantiasa hidup memuliakan Allah dalam seluruh aspek kehidupan yang dijalani.
Menyadari siapa diri kita di hadapan Allah menuntun kita untuk hidup dalam kerendahan hati, bergantung pada kuasa-Nya dan berusaha menyenangkan hati-Nya dalam setiap langkah kehidupan


0 Komentar