Melayani dengan Sukacita dan Pengharapan
Bacaan Alkitab: Roma 12:11-15
Seorang pelari maraton tersenyum sepanjang perlombaan, meskipun keringat bercucuran dan jalan terasa berat. Ketika ditanya mengapa ia tetap tersenyum, ia menjawab, “Saya ingat mengapa saya berlari—saya ingin menyelesaikan ini dengan baik, dan itu membuat saya bahagia.” Menjalani sesuatu dengan sukacita dan pengharapan merupakan hal yang penting dimiliki.
Dalam nats ini, rasul Paulus memberikan arahan praktis tentang bagaimana hidup sebagai umat Allah. Ia menyampaikan tentang bagaimana melayani dengan semangat, sukacita, dan pengharapan. Sukacita dalam pelayanan berasal dari pengharapan yang kita miliki di dalam Kristus. Pengharapan itu memberi kita kekuatan untuk tetap setia, bahkan di tengah tantangan. Pengharapan ini memampukan kita untuk bertahan dalam kesulitan, seperti yang Paulus katakan, “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa” (ay. 12).
Untuk menjalani pelayanan dengan sukacita, kita perlu melakukan segala sesuatu dengan hati yang penuh syukur dan terus bersandar pada kekuatan dari Tuhan, terutama ketika menghadapi tantangan dalam pelayanan.
Apapun pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita, mari lakukan bukan dengan keterpaksaan, tetapi dengan sukacita sebagai wujud pengharapan dalam Kristus. Melayani Tuhan dengan sukacita dan pengharapan adalah panggilan mulia yang membawa dampak kekal. Kiranya nama Tuhan dipermuliakan dan hati-Nya disenangkan melalui semua pelayanan yang kita kerjakan dengan penuh ketaatan dan ketulusan di hadapan-Nya.
Melayani Tuhan adalah kesempatan, bukan beban - Rick Warren


0 Komentar