Panggilan untuk Melayani yang Terpinggirkan
Bacaan Alkitab: Matius 25:34-40
Mother Teresa adalah seorang yang memberikan contoh bagi kita bagaimana melayani orang-orang terabaikan dan terpinggirkan dalam masyarakat. Dengan penuh kasih Mother Teresa merawat orang sakit, miskin, dan terlantar di Kalkuta. India. Ia memeluk mereka yang diabaikan, memberikan makanan, dan menyembuhkan luka. Dalam kesederhanaan, ia menunjukkan cinta Tuhan.
Tuhan Yesus menggambarkan bagaimana melayani mereka yang paling kecil dan terabaikan adalah sesungguhnya melayani Kristus sendiri (ay. 40). Bagaimana mungkin Tuhan mengidentikkan diri-Nya dengan orang-orang yang dianggap hina, dan terpinggirkan? Bagaimana mungkin Tuhan mengidentikkan diri-Nya dengan orang asing, gelandangan, bahkan para narapidana?
Hal ini tidak akan dimengerti jika kita berpikir bahwa kesetiaan dan pelayanan kita pada Tuhan hanya persoalan yang menyangkut hubungan vertikal kita dengan Tuhan dan tidak ada kaitannya dengan hubungan kita dengan manusia. Sebaliknya, kesetiaan dan pelayanan kepada Tuhan akan terlihat dari bagaimana kita melayani sesama kita. Yang Tuhan maksudkan melalui hal ini adalah bagaimana kecintaan dan kesetiaan kepada Tuhan seharusnya terwujud melalui cinta dan kepedulian kepada sesama.
Melayani mereka yang terabaikan mungkin berarti meninggalkan kenyamanan kita, waktu, atau sumber daya yang kita miliki. Namun, tindakan kecil yang kita lakukan dengan kasih dapat menjadi wujud nyata kasih Tuhan di dunia ini. Bersediakah kita menjadi saluran kasih Tuhan bagi mereka yang terabaikan?
Bukan tentang melakukan hal besar, tetapi melakukan hal kecil dengan cinta besar


0 Komentar