Di era serba digital seperti sekarang, perkembangan teknologi tidak hanya mengubah cara kita berkomunikasi dan berbisnis, tetapi juga menggeser lanskap budaya, interaksi sosial, hingga praktik keagamaan dan pendidikan.
Bagi rekan-rekan akademisi, dosen, maupun peneliti yang sedang mencari ruang publikasi yang responsif, relevan, dan memiliki scope interdisipliner yang unik, ada satu jurnal open-access yang sangat menarik untuk dilirik: Journal of Digital Innovation and Social Research (JDISR).
📌 Apa Itu JDISR?
Journal of Digital Innovation and Social Research (JDISR) adalah jurnal ilmiah internasional berbasis open-access dan peer-reviewed yang diterbitkan oleh PT Media Pustaka Digital. JDISR dirancang khusus sebagai wadah bagi riset-riset orisinal dan tinjauan kritis (critical reviews) yang meneliti persilangan antara teknologi digital, dinamika sosial, serta pengembangan teologi dan pendidikan agama.
🔍 Ringkasan Profil Jurnal:
Penerbit: PT Media Pustaka Digital
e-ISSN: 31638678
Model Publikasi: Open Access (OJS PKP Platform)
Frekuensi Terbit: 2 Kali Setaun (Juni & Desember)
DOI System: Zenodo / Crossref Integration
Rumpun Bidang (Arjuna Area): Seni dan Humaniora (Studi Agama), Pendidikan, dan Ilmu Sosial
🎯 Mengapa JDISR Sangat Relevan & Unik?
Berbeda dengan jurnal teknologi atau sosial pada umumnya yang sering memisahkan aspek teknis dan nilai moral/religius, JDISR justru menjembatani keduanya. Jurnal ini berfokus pada 4 pilar utama (Aim & Scope):
Digital Innovation in Faith & Social Contexts: Penggunaan komunikasi digital untuk institusi keagamaan, penerapan TI dalam kerangka sosial-teologis, serta multimedia digital untuk pembinaan komunitas.
Socio-Theological Research & Society: Sosiologi agama digital, pembangunan masyarakat berbasis nilai-nilai iman, dan dampak sosio-kultural transformasi digital pada masyarakat modern.
Digital Theology & Religious Studies: Studi agama kontemporer, digital ministry (pelayanan digital), refleksi teologis terhadap kecerdasan buatan/teknologi, dan transformasi digital institusi keagamaan.
Education & Digital Religious Learning: Pedagogi digital, teknologi pendidikan, inovasi pembelajaran masa kini, serta manajemen lembaga pendidikan keagamaan di era digital.
💡 Mengapa Anda Harus Menulis dan Memublikasikan Karya di JDISR?
Akses Terbuka penuh (Full Open Access): Artikel Anda dapat diakses, dibaca, dan dikutip oleh peneliti dari seluruh dunia tanpa hambatan paywall.
Visibilitas Global: Dikelola menggunakan platform OJS yang terindeks secara sistematis (termasuk Google Scholar dan dalam proses seleksi rujukan indeks nasional seperti GARUDA).
Proses Peer-Review yang Transparan: Setiap manuskrip yang masuk melalui peninjauan mitra bebestari secara obyektif untuk menjaga kualitas dan integritas akademik.
Isu Kontemporer: Menjadi pionir dalam mendokumentasikan fenomena digital theology dan pedagogi digital yang masih jarang diangkat di jurnal konvensional.
📣 CALL FOR PAPERS: Undangan Menulis untuk Volume Mendatang!
Apakah Anda memiliki hasil penelitian, tesis, atau kajian kritis yang membahas tentang:
Dampak media sosial terhadap interaksi keagamaan?
Inovasi media e-learning atau pedagogi digital di sekolah/kampus?
Refleksi etis/teologis terhadap perkembangan AI dan teknologi modern?
Transformasi digital dalam tata kelola lembaga sosial/religius?
JDISR mengundang Anda para dosen, peneliti, praktisi, dan mahasiswa tingkat akhir untuk mengirimkan manuskrip terbaik Anda!
🔗 Tautan Penting:
Website Resmi Jurnal:
https://journal.ptmpd.com/ Tim Redaksi (Editorial Board):
Editorial Team JDISR Panduan Penulis & Proses Review:
Peer Review Process Kirimkan Artikel Anda: Tinjau sampel artikel yang sudah terbit di
Tautan Contoh Artikel Full-Text
📩 Kontak & Pertanyaan
Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesesuaian topik (scope) atau proses submission, Anda dapat menghubungi tim redaksi melalui email resmi:
📧 pt.media.pustaka.digital@gmail.com
Yuk, bagikan gagasan dan hasil riset terbaikmu untuk memberi dampak nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat digital! Jangan lupa bagikan artikel ini ke rekan-rekan akademisi lainnya ya!

0 Komentar