Bersinar sampai Akhir
Bacaan Alkitab: Filipi 2:12-18
Pada tahun 1980-an, seorang misionaris bernama Jim Elliot menulis dalam jurnalnya, "Dia bukan orang bodoh yang memberikan apa yang tidak bisa dipertahankan untuk memperoleh apa yang tidak bisa dihilangkan." Eliot memiliki prinsip bahwa pengorbanan untuk tujuan kekal adalah sebuah keharusan. Dan akhirnya, Elliot menjadi martir dalam usaha memberitakan Injil kepada suku Auca di Ekuador. Dan inilah pencapaian terbesar Elliot, dia hidup dalam terang Kristus dan menjadi saksi-Nya sampai akhir hidupnya.
Dalam Filipi 2:15, Paulus mengajarkan pentingnya sikap yang benar dalam kehidupan orang percaya, yaitu hidup tanpa bersungut-sungut dan perbantahan—sebuah sikap yang bertolak belakang dengan dunia yang penuh konflik dan ketidakpuasan. Sungut dan perbantahan tidak akan memberikan dampak positif, bahkan dapat memadamkan terang yang seharusnya kita pancarkan. Hal ini bertentangan dengan panggilan kita untuk bersinar dan bersukacita (lihat ay. 15-17).
Ingatlah, kita dipanggil untuk memancarkan cahaya kasih Kristus, menyaksikan Dia, dan menjadi terang-Nya di dunia yang penuh kegelapan dan ketidakbenaran. Sebagai umat yang telah diselamatkan, kita dipanggil untuk menjadi agen perubahan, bukan dengan kekuatan atau kebijaksanaan kita sendiri, tetapi dengan memantulkan terang Kristus yang ada dalam kita. Terang ini berasal dari kebenaran Injil yang harus kita sampaikan, bukan hanya dengan perkataan, tetapi melalui sikap dan tindakan kita. Teruslah bersinar sampai akhir, suka duka selalu ada tetapi Tuhan beserta dengan kita.
Pengorbanan untuk tujuan kekal tidak sia-sia, karena terang Kristus mengubah dunia.


0 Komentar