Renungan Harian: Senin, 11 Agustus 2025 - Pembawa Damai

Renungan Harian Senin, 11 Agustus 2025 - Pembawa Damai
Senin, 11 Agustus 2025

Pembawa Damai

Bacaan Alkitab: Efesus 2:13-22

Di sebuah desa kecil, hidup sekelompok orang yang berasal dari desa lama, dan kelompok lainnya yang merupakan pendatang baru dari desa yang berbeda. Kedua kelompok ini saling menjaga jarak, dan tidak berinteraksi. Masing-masing mereka merasa lebih unggul dan memiliki hak lebih atas tanah dan sumber daya yang ada. Namun, suatu hari, datanglah seorang pemimpin yang bijaksana. Pemimpin itu membangun sebuah jembatan kokoh yang menghubungkan keduanya, sebuah simbol perdamaian yang mempersatukan mereka. Melalui jembatan itu, orang-orang yang sebelumnya terpisah mulai berinteraksi dan saling mengenal baik satu dengan yang lain.

Di dalam Efesus 2:13-22 Paulus berbicara tentang bagaimana Allah, melalui pengorbanan Kristus di kayu salib, telah mempersatukan orang-orang yang sebelumnya terpisah, baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi. Dulu, orang bukan Yahudi seperti orang asing yang tidak termasuk dalam umat Allah. Namun, melalui darah Kristus, segala pemisah itu dihancurkan. Kristus datang untuk menjadi pendamai antara kedua belah pihak yang terpisah— baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi dan menghancurkan tembok pemisah yang selama ini memisahkan mereka. Di dalam Kristus, orang Yahudi dan bukan Yahudi telah menjadi satu.

Di dunia yang penuh dengan konflik dan perpecahan, kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai. Seperti Kristus yang menjadi jembatan perdamaian, kita juga harus menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada di sekitar kita dan membawa orang lain kepada persatuan dalam Kristus. Mari kita menjadi pembawa damai dengan menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada, baik dalam gereja maupun masyarakat.


“Di dalam Kristus, pemisahan menjadi kesatuan dan ketegangan berubah menjadi kedamaian.”

0 Komentar