Hati yang Baru
Bacaan Alkitab: Yehezkiel 11:19-21
Seorang tukang kayu tua memutuskan untuk pensiun setelah bertahun-tahun bekerja membangun rumah. Sebelum pergi, ia diminta oleh majikannya untuk membangun satu rumah terakhir. Karena sudah tidak bersemangat, ia bekerja dengan asal-asalan dan mengabaikan detail yang biasanya ia perhatikan. Setelah rumah selesai, majikannya menyerahkan kunci rumah itu kepadanya, "Ini adalah hadiah untukmu." Tukang kayu itu terkejut dan menyesal. Jika saja ia tahu rumah itu akan menjadi miliknya, ia pasti membangunnya dengan sepenuh hati.
Dalam Yehezkiel 11:19-21 Tuhan berjanji bahwa Ia ingin membentuk hati umat-Nya menjadi satu, bukan hati yang terpecah-pecah oleh dosa dan keinginan daging. Tanpa kesatuan hati dengan Tuhan, kita mudah terombang-ambing oleh keinginan pribadi, kebencian, dan ketidaktaatan. Kesatuan hati dengan Tuhan dimulai ketika kita menerima hati yang baru dari-Nya. Hati yang baru ini adalah transformasi batin yang memampukan kita untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Roh Kudus bekerja dalam kita, membimbing kita untuk setia dan taat kepada firman Tuhan
Tuhan ingin kita hidup dalam ketaatan, bukan hanya agar kita diberkati, tetapi agar kita menjadi umat yang merefleksikan kemuliaan-Nya. Kesatuan hati dalam Tuhan membawa kita pada kehidupan yang berkenan kepada-Nya. Seperti tukang kayu dalam ilustrasi tadi, jangan sampai kita menyadari terlambat bahwa hidup yang kita bangun selama ini jauh dari Tuhan. Terimalah hati yang baru dari Tuhan, hiduplah dalam kesatuan dengan-Nya, dan biarkan Roh Kudus membimbing setiap langkah kita.
“Hidup dalam kesatuan dengan Tuhan berarti menjalani versi terbaik dari hidup yang telah Ia rancang."
0 Komentar