Kasih yang Mempersatukan
Bacaan Alkitab: Yehezkiel 37:21-28
Sebuah kebun yang dulunya subur, mengalami kekeringan yang berkepanjangan sehingga menjadi tandus dan layu. Semua pohon dan bunga tampak kehilangan harapan, seolah tak lagi memiliki kehidupan. Namun, seorang tukang kebun yang bijaksana datang dengan perawatan dan perhatian khusus. Ia menyiram tanah dengan air yang segar, memangkas dahan yang mati, dan memberikan pupuk yang dibutuhkan, sehingga secara perlahan tanaman-tanaman kembali tumbuh, berbunga, dan menghasilkan buah. Kebun yang semula tandus kini kembali subur dan indah.
Pada zaman Yehezkiel, bangsa Israel berada dalam kehancuran dan perpecahan, mereka merasa terbuang dan terpisah. Namun, Tuhan berbicara melalui Yehezkiel untuk menyampaikan janji-Nya yang penuh harapan. Tuhan berkata bahwa Dia akan mengumpulkan umat-Nya dari seluruh bangsa, menyatukan mereka kembali di tanah yang dijanjikan, dan memberikan mereka raja yang sesuai dengan hati-Nya. Tuhan juga berjanji untuk mengadakan perjanjian damai yang kekal dengan mereka.
Begitu pula dengan kita hari ini. Dosa telah memisahkan kita dari Tuhan dan sesama, menciptakan perpecahan dan kehancuran. Namun, melalui Yesus Kristus, kita dipulihkan dan disatukan kembali dalam tubuh Kristus. Melalui Yesus Kristus, kita dapat menerima hidup kekal dan kesatuan yang sejati. Kesatuan kita sebagai umat Tuhan bukan hasil usaha kita, tetapi anugerah dari Tuhan yang memulihkan hubungan kita dengan-Nya dan sesama. Dalam Kristus, kita dipanggil untuk menjaga dan memperjuangkan kesatuan itu, hidup dalam damai dan saling melengkapi.
“Penebusan Kristus menyatukan kita yang terpisah oleh dosa, menjadikan kita satu dalam kasih dan tujuan-Nya”
0 Komentar