Renungan Harian: Kamis, 22 Mei 2025 - Greta Thunberg

Renungan Harian Kamis, 22 Mei 2025 - Greta Thunberg
Kamis, 22 Mei 2025

Greta Thunberg

Bacaan Alkitab : Kejadian 1:29-2:6

Greta Thunberg adalah aktivis lingkungan asal Swedia. Di tengah banyak remaja yang asyik dengan media sosial seperti instagram hinga TikTok, Greta lebih tertarik untuk mempelajari perubahan iklim akibat pemanasan global di daerahnya, Ia merasa bahwa pemerintah dan perusahaan tidak cukup baik untuk mengatasi masalah ini. Ketika ia berusia 15 tahun (20 Agustus 2018), Greta memulai aksi mogok sekolahnya. Di luar gedung parlemen Swedia, aa duduk sendirian dengan papan bertuliskan "Skolstrejk för klimatet" (mogok sekolah untuk iklim). Aksinya segera menarik perhatian media dan masyarakat.

Dalam beberapa bulan, aksi Greta telah menyebar ke seluruh dunia. Sikap inisiatif Greta telah menginspirasi orang lain di seluruh dunia untuk bertindak dengan bijaksana. Ribuan anak-anak dan remaja mengikuti jejaknya untuk mogok sekolah dan memprotes perubahan iklim. Greta menjadi ikon gerakan lingkungan global. Aksinya menarik perhatian dunia dan menginspirasi banyak orang. Kita tidak harus menunggu orang lain untuk bertindak dan membuat perubahan.

Kisah Greta Thunberg menunjukkan bahwa kita semua memiliki kekuatan untuk membuat perbedaan di dunia. Jika kita melihat sesuatu yang salah, kita tidak boleh diam. Kita harus bertindak. Kita dapat memulai dengan hal-hal kecil, seperti memilah sampah atau menghemat energi. Namun, bahkan hal-hal kecil pun dapat berdampak besar. Mari kita semua belajar dari Greta Thunberg dan menjadi lebih inisiatif. Mari kita bertindak dengan bijaksana untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Awal Kitab Kejadian mencatat tentang inisiatif Allah untuk menciptakan alam semesta. Kemudian memperkenalkan Taman Eden sebagai tempat yang dikaruniai iklim yang menyenangkan (Kej. 2:5–6) dan juga memperkenalkan hubungan manusia dengan Tuhan sebagai pengelola dunia-Nya. Sekalpun banyak dokumentasi kegagalan di masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, namun Allah masih mengingatkan kita untuk menjaga kelestarian dan keteraturan alam ciptaan-Nya di mana kita berada demi kemuliaan-Nya.


Bersyukur untuk iklim yang baik adalah wujud kebaikan Allah yang luar biasa.

0 Komentar