Renungan Harian: Sabtu, 18 November 2023 - Rahasia Sukacita

Renungan Harian: Sabtu, 18 November 2023 - Rahasia Sukacita
Sabtu, 18 November 2023

Rahasia Sukacita

Bacaan Alkitab: Filipi 4:4-7

"Jika aku punya sebuah pilihan, aku akan tetap memilih untuk tetap buta... karena ketika aku mati, wajah pertama yang akan kulihat adalah wajah Juru selamatku." Kata-kata ini merupakan kalimat yang menguatkan dari seorang buta bernama Frances Jan Van Alystine (Fanny Crosby), yang tetap bersyukur atas apa yang terjadi terhadap dirinya. Meskipun “penderitaan” yang dialami sejatinya adalah karena keteledoran seorang dokter yang menanganinya. Namun demikian Fanny menganggap hal itu sebagai suatu anugerah Tuhan, bahwa ia harus buta seumur hidup, dan untuk itulah seorang Fanny akan terus berterima kasih.

Kitab Filipi adalah salah satu surat yang ditulis oleh Paulus saat ia berada dalam penjara. Rasul Paulus menulis seruan untuk bersukacita senantiasa di dalam Tuhan justru saat ia sedang dalam kesulitan besar, dalam penjara yang gelap di kota Roma untuk menantikan hukuman matinya.

Tidak sedikit orang yang kehilangan sukacita dalam menjalani hidupnya disebabkan baik oleh hal-hal yang tampak besar, namun juga oleh hal-hal yang bersifat sepele. Ada orang yang merasa sulit bersukacita hanya karena makanan, jalanan yang macet, perkataan orang yang menyinggung perasaan, dan sebagainya. Bukan berarti kita tidak boleh bersedih karena sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. Namun janganlah kiranya kita terhanyut atau berlarut-larut di dalam kesedihan dan rasa kecewa yang dalam.

Sukacita yang sejati bukan bersumber dari pengalaman hidup yang berasal dari lingkungan atau situasi dan keadaan yang menyenangkan atau menguntungkan. Sukacita adalah pemberian Allah di dalam Yesus Kristus kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya, yang memimpinnya kepada perubahan hidup secara rohani. Salah satu bukti bahwa seseorang dipenuhi dengan Roh Kudus ialah kegembiraan luar biasa di dalam hidupnya yang tampak dari sukacita dan rasa terima kasih yang berkesinambungan kepada Allah.


Sumber sukacita kita bukan “dalam situasi” tetapi dalam Tuhan

0 Komentar