Renungan Harian: Jumat, 9 Desember 2022 - Hai Dunia Gembiralah!

Renungan Harian: Jumat, 9 Desember 2022 - Hai Dunia Gembiralah!

Jumat, 9 Desember 2022

Hai Dunia Gembiralah!

Bacaan Alkitab: Lukas 1:46-55

Seorang anak kecil mendatangi mamanya sambil menangis. “Kenapa kamu menangis?” tanya mamanya. “Mama, aku sudah menunggu lama untuk hari Natal ini dan berharap kakek dan nenek memberikan hadiah yang aku inginkan. Tapi bagaimana aku tidak menangis, hanya ini hadiah yang aku dapatkan dari mereka,” katanya sambil menunjuk pada hadiah yang diberikan oleh kakek dan neneknya. Kegembiraan/ sukacita seperti apakah yang kita rasakan saat menyambut natal? Ada luapan sukacita yang mengalir dari hati Maria, sebagaimana yang dicatat dalam perikop ini. Maria bersukacita atas karya Allah yang besar bagi dunia melalui dirinya. Dan ia mengekspresikan sukacita ini dalam pujian. Maria memuliakan Allah karena karya Allah bagi dirinya. Allah dipuji karena telah membuat harapan umat-Nya terwujud melalui putra yang akan dilahirkan Maria.

Luapan sukacita seperti yang dialami Maria, juga ditemukan dalam diri Simeon dan Hana. Mereka menantikan kedatangan Juru selamat yang dijanjikan. Ketika Simeon dan Hana bertemu bayi Yesus, Roh Kudus memenuhi hati mereka dengan sukacita.

Demikian pula halnya dengan sukacita yang dirasakan oleh para gembala di padang. Ketika mereka menjumpai bayi Yesus yang baru lahir itu, mereka mengungkapkan rasa syukur dan sukacita yang begitu besar. Sukacita itu pula yang mendorong mereka untuk menceritakan segala yang telah mereka dengar dan lihat tentang bayi Yesus. Setiap orang yang bertemu dengan Yesus akan mengalami sukacita yang besar.

Salah satu lirik dari bait lagu “Hai Dunia Gembiralah” berbunyi,”

Hai dunia, gembiralah dan sambut Rajamu!
Di hatimu terimalah! bersama bersyukur, bersama bersyukur,
bersama-sama bersyukur.

Apakah sukacita kita menyambut natal adalah karena Pribadi Kristus yang telah datang ke dalam dunia dan menyelamatkan kita dari hukuman dosa? Jangan sampai kita melewatkan anugerah dan sukacita natal ketika kita memusatkan perhatian pada hal-hal duniawi yang memberikan sukacita yang bersifat sementara.


Sukacita dan semangat Natal tidak akan bersinar dalam diri orang Kristen
yang kehilangan makna Natal yang sejati

0 Komentar