Renungan Harian: Kamis, 30 September 2021 - Warisan Integritas

Renungan Harian: Kamis, 30 September 2021 - Warisan Integritas


Kamis, 30 September 2021

Warisan Integritas

Bacaan Alkitab: Matius 23:23-26

Dunia ini tidak pernah kekurangan pemimpin hebat dan jenius, namun dunia kekurangan pemimpin yang berintegritas. Peneliti kepemimpinan, James Kouzes dan Barry Posner, dalam buku mereka yang berjudul Credibility: How Leaders Gain and Lose It, Why People Demand It melaporkan hasil riset mereka selama hampir 20 tahun dari survei terhadap ribuan kaum profesional dari empat benua, bahwa karakteristik nomor satu paling kritis bagi seorang pemimpin adalah integritas. Kata Integritas berarti ada kesamaan atau keselarasan antara perkataan dan tindakan. Lebih luas lagi integritas juga berarti jujur dan dapat dipercaya.

Alkitab mencatat Tuhan Yesus pernah mengecam orang-orang Farisi karena tidak memiliki integritas. Mereka mengajarkan hukum Taurat, tetapi mereka sendiri tidak melakukannya. Yesus menyebut mereka sebagai orang-orang yang munafik (Mat. 23:23-26). Hari-hari ini banyak orang percaya tidak lagi memiliki nilai integritas dalam hidup. Orang tua hanya sekedar memberikan nasihat kepada anak, namun mereka sendiri tidak melakukannya. Tidak sedikit kasus penipuan dan penggelapan uang perusahaan yang pelakunya justru adalah orang Kristen. Para pelayan Tuhan hebat dan terkenal namun terjerat dalam dosa seksual. Hari ini, mari putuskan mata rantai hidup yang tidak berintegritas, dan mulailah itu dari diri kita. Sebuah kalimat bijak dari seorang terkenal berbunyi demikian, “Tidak ada warisan yang sekaya integritas”, artinya, warisan paling bernilai yang dapat kita tinggalkan kepada generasi berikut adalah integritas.

Pertanyaan hari ini, kualitas hidup seperti apakah yang sedang Anda bangun selama ini untuk diwariskan kepada generasi berikut?


Tak ada warisan sekaya integritas

Posting Komentar untuk "Renungan Harian: Kamis, 30 September 2021 - Warisan Integritas"