Renungan Harian: Rabu, 25 Agustus 2021 - Kepedulian

Renungan Harian: Rabu, 25 Agustus 2021 - Kepedulian

Rabu, 25 Agustus 2021

Kepedulian

Bacaan Alkitab: Lukas 10:25-37

Perbedaan agama tidak jarang menjadi satu hal yang dapat memecah belah kerukunan berbangsa dan bernegara. Berbeda dengan seorang pria bernama Yohanes Cristianto. Baginya, agama bukan hal yang harus diperdebatkan, apalagi sampai memecah belah. Meski hidup di lingkungan mayoritas muslim, ia tak pernah merasa risih atau tak nyaman. Ia dan warga justru saling tolong menolong. Yohanes memiliki cara tersendiri dalam menyikapi umat muslim yang sedang menunaikan ibadah tersebut. Bagi dia, toleransi beragama dapat dimulai dengan cara melakukan hal-hal kecil. Misalnya seperti dengan cara menghargai umat Islam berpuasa. Dimulai dari tidak makan dan minum di depan umum, terutama kalau dia tahu orang tersebut sedang berpuasa. Jika terpaksa, dia meminta izin terlebih dahulu kepada orang di sekitarnya untuk makan atau minum. Tak hanya menghargai berupa tidak makan dan minum di depan umum, Yohanes juga ringan tangan bila ada warga sekitar yang didominasi umat Islam memerlukan bantuannya. Pria ini membantu membagi takjil di masjid dekat tempat tinggalnya selama bulan puasa. Menurutnya, hal yang terpenting adalah bukan seberapa besar atau seberapa mewah yang diberikan, tapi ketulusan dan keikhlasan hati untuk saling membantu.

Suatu perbuatan kecil atau bahkan sebuah pengorbanan yang besar adalah sesuatu yang layak kita berikan kepada sesama manusia. Hal ini pula yang diajarkan Yesus melalui kisah Orang Samaria yang murah hati. Dalam kisah ini tidak satu pun dari para rohaniwan yang bertindak manusiawi terhadap orang yang menjadi korban perampokan. Justru orang Samarialah yang menunjukkan belas kasihnya dan menolong orang yang dirampok itu.

Jika kita mengasihi Allah maka kita akan memahami siapa kita di hadapan Allah dan bagaimana seharusnya memperlakukan sesama. Kita bukan lagi mencari siapa orang yang layak disebut sebagai sesama, sebaliknya berpikir bagaimana menjadi kita menjadi sesama bagi orang lain.


Kasih kepada Allah pasti akan mengalir dalam kasih kepada sesama

0 Komentar