Renungan Harian: Jumat, 23 Juli 2021 - Untaian “Ya”

Renungan Harian: Jumat, 23 Juli 2020 - Untaian “Ya”


Jumat, 23 Juli 2020

UNTAIAN “YA”

Bacaan Alkitab: Lukas 2:15-19

Suatu kali, nenek menghadiahi saya seuntai kalung mutiara yang sangat cantik. Untaian mutiara itu berkilau di leher saya hingga suatu hari, rantainya putus. Butir-butir mutiara pun jatuh berserakan ke mana-mana. Saya perlu merangkak, memunguti, dan mengumpulkan setiap butir mutiara yang terserak. Masing-masing mutiara itu begitu kecil, tetapi menjadi sangat memukau ketika semuanya diuntai menjadi satu!

Terkadang jawaban “ya” yang saya berikan kepada Allah terasa begitu kecil dan tidak berarti—bagai butir-butir mutiara yang terlepas dari untaiannya. Saya membandingkan diri saya dengan Maria, ibu Yesus, yang luar biasa taat. Maria menjawab “ya” ketika ia menerima panggilan Allah untuk mengandung Sang Mesias. “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan,” jawab Maria, “jadilah padaku menurut perkataan-Mu itu” (Luk. 1:38). Apakah Maria sudah mengerti seluruh aspek yang diminta Allah darinya? Apakah ia memahami bahwa kelak ia harus merelakan Anak itu mati di kayu salib?

Setelah para malaikat muncul dan para gembala mengunjunginya, Maria “menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya” (Luk. 2:19). Menyimpan berarti “meletakkan di satu tempat”. Merenungkan berarti “menguntai menjadi satu”. Kata-kata ini diulang di Lukas 2:51. Di sepanjang hidupnya, Maria terus tunduk dan mengiyakan semua yang diminta Tuhan darinya. Seperti Maria, kiranya ketaatan kita terbukti dari jawaban “ya” yang kita berikan atas panggilan Allah, dari waktu ke waktu, hingga terangkai menjadi satu untaian indah dari hidup yang telah diserahkan penuh kepada-Nya.


Ketaatan Pada Satu Hal Akan Memimpin Kepada Ketaatan Lainnya.

Posting Komentar untuk "Renungan Harian: Jumat, 23 Juli 2021 - Untaian “Ya”"