Renungan Harian: Jumat, 18 Desember 2020 - Merayakan Pengharapan

Renungan Harian: Jumat, 18 Desember 2020 - Merayakan Pengharapan


JUMAT, 18 DESEMBER 2020

MERAYAKAN PENGHARAPAN

Bacaan Alkitab: Yesaya 8:23-9:6

Selamat Hari Natal! Ucapan ini kerap terdengar pada masa Natal seperti ini. Apa yang kita rayakan? Kelahiran Yesus sebagai bayi? Atau merayakan Allah Bapa yang perkasa, yang mendatangkan pengharapan bagi umat manusia yang terancam maut dengan menyediakan pengampunan dosa? 

Bacaan kita menggambarkan kehidupan bangsa Yehuda yang dilanda ketakutan terhadap ancaman Aram dan Israel. Ahas mengambil keputusan yang salah, meminta pertolongan kepada Asyur dan bukan kepada Tuhan. Yehuda adalah bangsa yang berjalan dalam kegelapan karena dipimpin oleh raja yang tidak takut akan Tuhan. Di tengah ketakutan ini Yesaya menyuarakan janji Allah tentang kedatangan Mesias. Manusia yang dikuasai kegelapan dosa, kini melihat Terang besar yang mengenyahkan kegelapan. Janji ini digenapi dengan kelahiran Yesus. Nubuat Yesaya menunjukkan dua hal penting tentang Yesus, yaitu bahwa Dia adalah manusia sejati dan Allah sejati. “Seorang anak telah lahir” menunjuk pada Yesus sebagai manusia sejati. Adapun nama yang disandang-Nya menunjukkan bahwa Dia adalah Allah sejati: Penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, dan Raja Damai.

Natal merayakan kedatangan Yesus Kristus ke dunia untuk memberikan pengharapan kepada manusia berdosa. Jika Yesus Kristus sudah datang, mengapa masih ada orang yang hidup tanpa pengharapan dan damai sejahtera? Itulah tugas kita untuk memperkenalkan Yesus Sang Raja Damai, dan momen Natal adalah salah satu kesempatan yang dapat kita pakai.


Natal membangkitkan pengharapan
Bahwa terang mengenyahkan kegelapan

0 Komentar