Renungan Harian: Selasa, 21 April 2020 - Berani Keluar dari Zona Nyaman - Sekolah Kristen Kalam Kudus Surakarta

Tuesday, April 21, 2020

Renungan Harian: Selasa, 21 April 2020 - Berani Keluar dari Zona Nyaman

Renungan Harian: Selasa, 21 April 2020 - Berani Keluar dari Zona Nyaman
Renungan Harian: Selasa, 21 April 2020 - Berani Keluar dari Zona Nyaman

Selasa, 21 April 2020

Berani Keluar dari Zona Nyaman

Bacaan Alkitab: Ibrani 11:23-31


Salah satu cara untuk mengembangkan diri adalah mempunyai keberanian keluar dari rasa nyaman dalam zona aman kita. Mencari alternatif jalan kehidupan dan tidak terpaku pada satu sisi kehidupan saja. Karena hidup ini penuh dinamika, maka nikmatilah! Musa memiliki segala kenyamanan di Mesir karena ia menjadi anak angkat Putri Firaun. Kehidupan mewah dan megah tidak membuatnya lupa akan identitas dirinya yang sebenarnya (24). Untuk melindunginya dari kekejaman Raja Mesir, keluarganya menyembunyikannya selama tiga bulan. Setelah dirasa tidak mungkin menyembunyikannya lebih lama lagi, orangtuanya menghanyutkan bayi Musa dalam keranjang di sungai Nil, dengan harapan akan ditemukan Putri Firaun. Akhirnya, bayi Musa ditemukan oleh Putri Firaun, diadopsi sebagai anak, dan dibesarkan di lingkungan istana. Musa berani membela bangsanya dari ketidakadilan Raja dan penduduk Mesir. Puncaknya adalah ketika Musa memimpin bangsanya keluar dari tanah Mesir (27) atas perintah Allah. 

Keberanian itu dimulai dari keluarganya yang mencari jalan untuk menjaga keselamatan hidup Musa. Tindakan itu didasarkan oleh iman kepada Allah. Mereka percaya bahwa Allah akan memelihara umat-Nya. Rahab yang dipandang sebagai wanita berdosa siap menerima risiko ketika ia menyembunyikan para pengintai dari Israel (31). Perbuatannya dipandang baik oleh Allah sehingga Rahab diselamatkan, sedangkan kota Yerikho dihancurkan dan penduduknya dibinasakan. Di sini Musa dan Rahab berani keluar dari zona nyaman sehingga mereka mendapatkan kebaikan yang lebih besar. Bukan karena mengandalkan kekuatan sendiri atau orang lain, tetapi didasarkan pada cinta kepada Allah. Dalam situasi yang sesulit apa pun belajarlah bersyukur. Karena kita harus selalu menyatakan kehendak-Nya walalupun tantangan di depan mata sangat besar. Percayalah bahwa kuasa-Nya memampukan kita melewati badai kehidupan.


Iman Menjadi Sumber Keberanian Bagi Orang Percaya Melakukan Kehendak Allah.


Baca Rekomendasi Terkait Lainnya

Baca Rekomendasi Kategori Lain

Sekolah Kristen Kalam Kudus Surakarta ©