Renungan Harian: Selasa, 14 April 2020 - Keberanian Nikodemus - Sekolah Kristen Kalam Kudus Surakarta

Tuesday, April 14, 2020

Renungan Harian: Selasa, 14 April 2020 - Keberanian Nikodemus

Renungan Harian: Selasa, 14 April 2020 - Keberanian Nikodemus
Renungan Harian: Selasa, 14 April 2020 - Keberanian Nikodemus

Selasa, 14 April 2020

Keberanian Nikodemus

Bacaan Alkitab : Yohanes 7:45-52

Bagaimana respons kita ketika seorang teman di-bully teman-teman lainnya? Apakah kita berubah menjadi jagoan dan menolongnya? Faktanya, tidak sedikit dari kita yang memilih berdiam diri. Kita mungkin berpikir: kalau aku menolongnya, jangan-jangan nanti ganti aku yang di-bully mereka. 

Membela kebenaran memang bukan perkara mudah. Dibutuhkan keberanian lebih untuk dapat melakukannya. Tidak heran apabila si pembela kebenaran lalu disebut sebagai pahlawan. Bagaimana dengan Nikodemus? Ia bisa dikatakan sebagai penakut, tetapi bisa juga disebut sebagai pemberani. Beberapa waktu sebelumnya, ia datang bercakap-cakap dengan Yesus pada waktu malam (Yoh. 3:1-21). Mengapa malam? Ia takut pertemuannya diketahui orang, mengingat statusnya sebagai seorang Farisi, juga pemimpin agama Yahudi. Tetapi siapa sangka, Nikodemus kemudian menjadi seorang yang begitu pemberani. Di hadapan rekan-rekannya para imam kepala dan kaum Farisi, ia berani membela Yesus (ay. 50-51). Ia bahkan turut mengambil bagian dalam penguburan-Nya (Yoh. 19:39). Dari mana datangnya keberanian itu? Karena ia telah berjumpa dengan Yesus. 

Seseorang yang datang kepada Yesus tidak pernah kembali dalam kondisi yang sama. Sebaliknya, ia akan mengalami perubahan hidup. Sebagai ganti rasa takut, Yesus memberikan roh yang gagah berani. Bukan hanya rasa takut, Pribadi-Nya juga mampu mengubah karakter buruk lainnya. Saat ini, bersediakah kita datang untuk diubahkan-Nya?


Setiap Orang Yang Datang Ke Hadirat Tuhan Akan Mengalami Perjumpaan
Yang Tidak Terlupakan, Yang Dapat Mengubahkan Seluruh Kehidupannya


Baca Rekomendasi Terkait Lainnya

Baca Rekomendasi Kategori Lain

Sekolah Kristen Kalam Kudus Surakarta ©