Renungan Harian: Jumat, 24 April 2020 - Berani Menyatakan Kebenaran - Sekolah Kristen Kalam Kudus Surakarta

Friday, April 24, 2020

Renungan Harian: Jumat, 24 April 2020 - Berani Menyatakan Kebenaran

Renungan Harian: Jumat, 24 April 2020 - Berani Menyatakan Kebenaran
Renungan Harian: Jumat, 24 April 2020 - Berani Menyatakan Kebenaran

Jumat, 24 April 2020


Berani Menyatakan Kebenaran

Bacaan Alkitab: Matius 14:1-12

Pada Juni 2007, sejumlah guru yang tergabung dalam Komunitas Air Mata Bunda diejek, dipermalukan, dituduh sok suci, dan diancam secara fisik. Derita pun berlanjut, mereka dipaksa untuk mengundurkan diri, bahkan diberhentikan dari profesinya. Penyebabnya? Ternyata mereka membongkar kebocoran dan kecurangan dalam ujian nasional. Kisah di atas hanya salah satu dari sekian banyak penderitaan yang dialami orang-orang yang berani menyatakan kebenaran di tengah kehancuran moral. Yohanes Pembaptis pun mengalami penderitaan yang sangat tragis. Ya, ia dengan berani menegur raja Herodes karena telah mengambil Herodias, istri Filipus, saudara Herodes sendiri (ay. 4; bdk. Im 18:16). Risikonya pun jelas, Herodes murka dan memerintahkan agar Yohanes ditangkap, dibelenggu, dan dipenjara. Tidak cukup sampai di situ. Lewat sebuah skenario jahat, hidupnya harus berakhir dengan kepalanya dipenggal (ay. 6-10). 

Demi sebuah prinsip, Yohanes Pembaptis rela untuk menderita. Demi membela sebuah nilai luhur, ia rela menanggung risiko dihukum mati di tangan seorang penguasa lalim. Hidup untuk memperjuangkan kejujuran dan kebenaran nilai moral ternyata tidak selalu mudah. Perjuangan dan keberanian kita bisa berbuah penderitaan, bahkan mungkin ancaman kehilangan nyawa. Menyadari harga yang harus dibayar ini, akankah kita tetap berdiri sebagai orang percaya yang ditetapkan Tuhan untuk menyatakan kebenaran di tengah angkatan yang bengkok hatinya?


Berani Menyatakan Kebenaran Memang Mahal Harganya;
Masih Adakah Orang Percaya Yang Berani Membayarnya?


Baca Rekomendasi Terkait Lainnya

Baca Rekomendasi Kategori Lain

Sekolah Kristen Kalam Kudus Surakarta ©