Bijak Membawa Berkat - Sekolah Kristen Kalam Kudus Surakarta

Kamis, 29 September 2016

Bijak Membawa Berkat

Bijak Membawa Berkat
Bijak Membawa Berkat

Kata bijak sering muncul saat kita menasihati orang. Bijak dalam Bahasa Indonesia dapar diartikan selalu menggunakan akal budinya; pandai; mahir; pandai bercakap-cakap; petah lidah. Dalam Alkitab, ada seorang tokoh wanita yang sering disebut sebagai wanita bijak, yaitu Abigail.

Abigail, dalam 1 Samuel 25:2-44, diceritakan sebagai seorang wanita yang bijak dan cantik parasnya. Dia memiliki suami yang kaya tetapi kasar dan jahat yang bernama Nabal tinggal di Karmel.  Sikap bijak Abigail ini dapat menyelamatkan suaminya, bahkan semua orang yang bekerja kepadanya dari serangan Daud.

Peristiwa itu dimulai karena kata-kata kasar yang dikeluarkan Nabal kepada utusan Daud. Daud mengirim sepuluh orang untuk menanyakan keselamatan Nabal dan menyampaikan hal baik. Tetapi balasan Nabal kepada sepuluh utusan Daud adalah kata-kata kasar dan buruk. Hal ini membuat Daud dan pasukannya beriktiar untuk membunuh Nabal dan menghancurkan seluruh isi rumah dan pemiliknya. Tetapi peristiwa itu diketahui oleh Abigail, istri Nabal, dan bertindak cepat untuk menghentikan persoalan besar tersebut.

Ada 3 hal mengapa Abigail disebut wanita bijak: 1) Abigail adalah wanita yang peduli atas persoalan yang terjadi dan merespon dengan cepat untuk mencari jalan keluar dari seiap persoalan (ayat14-18). Abigail peduli akan apa yang sedang terjadi dan yang akan menimpa suami dan keluarganya. Dia tidak mau menunda waktu, sehingga persoalan dapat segera teratasi. Karena jika menunda waktu, maka masalah akan semakin besar dan susah untuk diatasi; 2) Abigail adalah seorang yang mau merendahkan diri untuk mengatasi persoalan  (ayat 24). Abigail sujud di kaki Daud dan memohon belas kasihan dan pengampunan untuk suaminya. Dengan rendah hati menyelesaikan masalahnya dan mau minta maaf atas apa yang terjadi; 3) perkataan bijaksana dari Abigail kepada Daud membuat Daud mengurungkan niatnya untuk menyerang Nabal (ayat 33). perkataan itu bagaikan kemudi kapal yang dapat membelokkan arah kemana kapal akan berlayar.

Demikianlah halnya seorang yang bijak akan mendatangkan berkat bagi orang yang ada disekitarnya, bahkan seisi rumahnya. Oleh sebab itu, belajarlah menjadi bijak dalam setiap tingkah laku, tindakan, dan perkataan. Pikirkanlah dahulu apa yang aan kita lakukan dan katakan, karena apa yang kita lakukan dan katakan selalu berhubungan dengan orang lain, oleh sebab itu mari kita belajar menjadi bijak dalam hal yang kita lakukan dan katakan agar menjadi berkat bagi orang lain dan diri kita sendiri.

oleh Sharon Betty Setiowati, S.Th

Baca Rekomendasi Terkait Lainnya

Baca Rekomendasi Kategori Lain

© 2016 - | Sekolah Kristen Kalam Kudus Surakarta