Renungan Harian: Rabu, 2 September 2026 - Jalinan Rumit Tangan Allah

Renungan Harian Rabu, 2 September 2026 - Jalinan Rumit Tangan Allah
Rabu, 2 September 2026

Jalinan Rumit Tangan Allah

Bacaan Alkitab : Keluaran 2:11-22

Perjalanan hidup Musa sungguh tidak mudah untuk dijalani. Demi ketaatannya kepada Allah, Sifra dan Pua, rela mempertaruhkan nyawa demi keselamatan bayi-bayi Israel. Lolos dari ketetapan Firaun, ibunya rela menentang raja dengan cara menyembunyikan anaknya sampai anak tersebut tidak dapat disembunyikan lagi. Demi keselamatannya, Yokhebed rela meletakkan putranya ke dalam peti pandan dan menghanyutkannya ke sungai. Putri Firaun, bersedia menentang keputusan ayahnya, mengangkat dan membesarkannya sebagai putra Mesir dan diberi nama Musa, “Karena aku telah menariknya dari air”.

Sebagai putra dari Putri Firaun, tentunya Musa mendapatkan pendidikan yang terbaik, segala kebutuhannya terpenuhi. Sekalipun tinggal dan dibesarkan dengan cara orang Mesir, namun hatinya tetaplah sebagai seorang Ibrani. Kehidupan dan didikan yang Musa terima dari keluarganya lah yang menjadi standar hidupnya. Sebab itu, ketika ia menyaksikan orang Mesir menganiaya orang Israel, Musa bertindak impulsif untuk membela bangsanya dengan membunuh pengawas Mesir. Peristiwa berlanjut ketika Musa menjadi penengah bagi dua orang Ibrani yang sedang bertikai; "Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?" (Kel. 2:14). Perkataan tersebut menyadarkan Musa, bahwa kejahatan yang dilakukannya telah tersebar. Musa menjadi takut dan melarikan diri ke Midian.

Demi keselamatan, ia melarikan diri ke Midian. Dari anak bangsawan, menjadi rakyat biasa. Dari hidup berkelimpahan, sekarang berhadapan dengan kesederhanaan. Disanalah ia menemukan point terpenting dalam hidupnya, bertemu dengan Allah yang memanggilnya menjadi pemimpin bagi Israel.


Setiap rute perjalanan kehidupan orang percaya, sekalipun banyak lika-liku dan kesulitan, selalu dalam tuntunan Tuhan.

0 Komentar