Renungan Harian: Kamis, 24 September 2020 - Kapernaum - Sekolah Kristen Kalam Kudus Surakarta

Thursday, September 24, 2020

Renungan Harian: Kamis, 24 September 2020 - Kapernaum

Renungan Harian: Kamis, 24 September 2020 - Kapernaum
Renungan Harian: Kamis, 24 September 2020 - Kapernaum


KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020

KAPERNAUM

Bacaan Alkitab: Matius 11:20-24

Setelah Yohanes Pembaptis ditangkap oleh Herodes, Yesus menyingkir dari Nazaret ke Kapernaum dan tinggal di sana (Mat. 4:12-13). Di sanalah Dia bertemu dengan beberapa murid pertama-Nya (Mat. 4:18-22), serta mengajar di rumah ibadat pada hari-hari Sabat (Luk. 4:31). Di kota itu, Yesus menyembuhkan orang-orang yang dirasuk setan, menyembuhkan ibu mertua Petrus, dan mengadakan banyak mukjizat lain (Luk. 4:23, 40-41). Kapernaum adalah salah satu kota di mana Yesus paling banyak melakukan mukjizat. Pengajaran-Nya yang penuh kuasa membuat mereka takjub (Luk. 4:32), namun mereka tetap tidak bertobat, tidak memercayai Yesus sebagai Mesias (ay. 20). 

Ketidakpercayaan mereka membuat Yesus mengecam mereka. Bahkan Dia menyatakan bahwa penduduk Sodom akan bertobat sekiranya mereka menyaksikan mukjizat yang terjadi di Kapernaum. Kota Sodom dimusnahkan Allah dengan hujan api dan belerang akibat dosa mereka (Kej. 19). Yesus juga menyatakan penghakiman-Nya bahwa tanggungan Kapernaum akan lebih berat dibanding Sodom di hari penghakiman nanti (ay. 24). 

Ternyata menyaksikan mukjizat serta mendengarkan pengajaran yang hebat tidak otomatis membuat seseorang bertobat. Diperlukan kerendahan hati untuk mengaku diri sebagai pendosa, lalu menerima karya keselamatan yang dikerjakan Allah di dalam Kristus bagi kita. Ini adalah anugerah yang besar. Namun jika disia-siakan, kita sedang memilih penghukuman ditimpakan atas kita, seperti penduduk Kapernaum.


Berfokus pada mukjizat membuat kita mengabaikan Sang Pembuat mukjizat
Berfokus kepada berkat, membuat kita melupakan Sang Pemberi berkat

Baca Rekomendasi Terkait Lainnya

Baca Rekomendasi Kategori Lain

Sekolah Kristen Kalam Kudus Surakarta ©